Archive for the Category »Travel «

Nikon S31 – Review: NOT Recommended

Pertengahan tahun ini saya membeli sebuah kamera underwater murah (tapi gak meriah) yaitu Nikon S31. Ketika saya beli harganya tidak sampai 1 juta rupiah. Mengingat harga kamera underwater yang biasanya selangit, harga sekitar 900 ribu-an saya pikir cukup value lah untuk sebuah kamera underwater bermerk terkenal yang “katanya” mampu diajak menyelam sampai kedalaman 5 meter, dan juga shock resist dengan ketinggian 1.2 meter. Seperti ini penampakannya:

*Harusnya ada 5 macam warna, namun ketika saya beli hanya ada biru dan kuning.

Lalu kamera ini saya ajak menyelam di kepulauan Pahawang, Lampung Selatan. Hari pertama diajak nyelam secara fungsi dia baik-baik saja. Walau hasilnya so-so lah (Yah wajar lah kalau soal ini, sebanding dengan harganya. Saya juga memang tidak berharap banyak dengan kualitas fotonya). Namun secara fisik sudah timbul banyak goresan di LDC nya. Padahal kameranya sama sekali tidak jatuh ataupun terbentur. Lah gimana yang katanya bisa dijatuhkan dari ketinggian 1.2 meter kalau baru hari pertama digunakan baik2 saja LDC nya sudah penuh goresan??

Contoh hasil di hari pertama (Ikan Nemo yang posisinya cukup dekat dengan permukaan laut):

Kalau di zoom 100% out of camera terlihat banyak noise nya:

Hari kedua, kameranya tewas! Masih bisa nyala, namun LCD nya berwarna kemerahan, dan tombol shutter nya tidak bisa dipencet. Jadilah acara snorkeling hari kedua saya tidak bisa diabadikan dengan kamera underwater :(

Ketika balik ke Jakarta saya bawa kameranya ke Nikon service center yang di Mangga Dua. Customer service nya kurang ramah. Kalau ditanya-tanya hanya jawab ketus dan seperti robot saja. Dan yang bikin paling kecewa adalah tidak ada penggantian LCD rusak. Jadi hanya garansi pembetulan fungsi saja. Kameranya harus ditinggal 2 minggu, dan katanya jika sudah selesai akan dihubungi. Namun pada kenyataannya tidak akan dihubungi kecuali kita inisiatif sendiri menghubungi. Ketika diambil customer service nya masih sama mengecewakannya. Malah asyik bercanda sendiri, dan ketika ditanya masalahnya apa tidak bisa jawab. Hanya bisa jawab pokoknya sudah bisa dipergunakan kembali.
Yah begitulah pengalaman kurang menyenangkan dengan kamera mur (tapi gak mer) dan Nikon service center…

Sebagai tambahan informasi, saya kira jika beli yang kelasnya agak tinggi kualitasnya jauh lebih ok. Namun ternyata tidak juga sih. Teman saya pada waktu itu membawa kamera underwater Nikon Coolpix AW 100 yang juga masih baru dan harganya di kisaran 3 juta rupiah, ternyata rusak juga di hari kedua. Namun bedanya yang ini setelah dijemur dan ditiup2 masih bisa berfungsi kembali tanpa perlu diservice.

Korea Trip, Part 3 (Sokcho)

Mau cerita tentang kota pertama yang kami kunjungi di Korea, yaitu Sokcho. Sokcho ini daerah pegunungan. So tujuan kami kesini adalah hiking Mount Seorak. Hehe..
Beautiful Sokcho
All pics taken with my Sony Nex 5N + Kit lens 18-55

Begitu mendarat di Seoul kami langsung lariiii cari bus antar kota menuju Sokcho dengan deg2 an takut gak dapet bus karena saat itu sudah cukup malam, dan bus nya ada jam maksimal keberangkatan. Tapi syukurlah semuanya lancar dan kami dapat bus *fyuhh*. Perjalanan dari Seoul kurang lebih 5 jam naik bus. Dan begitu sampai Sokcho harus lanjut naik taxi sekitar 30 menit (karena saat itu sudah jam 12 malam dan sudah tidak ada bus lagi) menuju guest house. Nama penginapannya Seorak Morning Inn. Tempatnya nyaman banget. Ini pemandangan dari balik jendela kamar kami.. So beautiful!
Sokcho - view from Seorak Morning Inn

Di Sokcho ini lumayan dingin walaupun bulan Agustus sebenarnya lagi musim panas. Jadi gak kebayang deh gimana dingin nya kalau lagi winter.

Keesokan pagi nya kami langsung siap berangkat hiking. Dari penginapan cukup naik bus 1x untuk menuju ke gunungnya. Ini pemandangan begitu sampai di Mount Seorak..
Sokcho - Entrance Gate

Dari Jakarta kami udah cari2 info bahwa ada beberapa jalur hiking yang bisa dipilih, dan memutuskan untuk gak pilih jalur “Gwongeumseong Fortres” karena menurut info di internet jalur ini sangat curam, berbatu, pengaman nya gak aman, dan super ramai. Tapi begitu sampai sana kami sotoy aja langsung naik cable car yang ternyata membawa kami ke jalur pendakian¬†Gwongeumseong Fortress. Hahaha.. Berhubung sudah sampai ya sudah lah akhirnya kami daki juga gunung batu ini. Benar seperti yang dikatakan di internet, jalurnya curam, berbatu, ramai, dan pengaman nya tidak menjamin. Hehe.. Tapi pendakiannya worthed kog. Pemandangannya luarrr biasa indah! Pas turun lumayan deg-deg an karena udah mendung banget. Kalau hujan gak kebayang gimana licin nya…
Sokcho - Rock Mountain Sokcho - Me
Gunung batu yang kami daki + Saya numpang narsis. Hihihi

Setelah turun dari lajur Gwongeumseong Fortress, kami makan siang, dengan menu yang khas Sokcho yaitu Ojingeo sundae. Semacam cumi-cumi raksaksa berbumbu gitu. Buat saya sih rasanya agak aneh. Hehe.. Dan mahal pastinya. Makanan di Sokcho standar nya paling tinggi diantara kota2 lain yang kami kunjungi. Makanan paling murah nya Bibimbab sayur, yang harganya aja udah 7000 won (sekitar 60 ribu rupiah). Dan itu tanpa daging! Kalau mau makan daging harus rela keluar sekitar 100-200 ribu rupiah-an disini.
Setelah kenyang kami lanjutkan pendakian ke jalur yang lain. Kali ini jalur Biseondae. Gak terlalu curam, namun cukup jauh. Sekitar 3.5 kilometer.. Lumayan bikin pegel sih pastinya. Hehe.. Tapi pemandangannya luarrr biasa indah. Di tengah2 perjalanan juga kami stop beberapa kali untuk menuju ke sungai nya dan membenamkan kaki di air sungai yang segar, dan juga tidur2 an di bebatuan :)

Sokcho - RIver 3  Sokcho - River 2

Sokcho - River 1

Sokcho - Trees

Sokcho - Bridge

Korea Trip, Part 2

Nyicil lagi post-pro foto-foto Korea.. Hehe..

Korea - Anapji Pond
Yang ini lokasinya masih di Anapji Pond, sama seperti foto di postingan sebelumnya.
Anapji Pond letaknya di Gyeongju. Dan emang paling bagus dikunjungi di malam hari, saat lampu-lampu nya dinyalakan. Namun pada malam hari memang ramai nya ajubileh bin jalih. Jadi harus pinter2 cari posisi dan cekatan jepret sebelum orang lalu lalang (dan sebelum blue hour nya abis). Hehe..

Korea - Jeju Island
Kalau yang ini view dari atas Jeju Island. Ambil foto nya dari atas gunung. Niat banget hiking jam 3.30 pagi yang masih gelap gulita dan mata super ngantuk demi melihat sunrise dari atas pegunungan. Tapiiii… ternyata matahari nya gak nongol dengan indah karena cuaca mendung. Hiks…
Well.. however pemandangannya tetap menawan :)

Korea Trip, Part 1

Korea Trip, 12-21 August 2012
Setelah direncanakan jauh2 hari, akhirnya saya bersama 10 orang teman berangkat ke Korea! :D
Backpack selama 10 hari keliling KL, Seoul, Busan, Jeju, Nami, Gyeongju, Sokcho.

Baru sempat proses 3 foto mengingat lagi padat banget jadwal. Hehe..
Semuanya dipotret menggunakan kamera Sony Nex 5N dengan lensa kit 18-55. So far cukup puas menggunakan kamera + lensa ini, walau banyak mati gaya buat motret landscape karena wide nya cuma 18mm. Hehe..
Lokasi 3 foto ini semuanya di Gyeongju.

Anapji Pond

Tempat ini namanya Anapji Pond. Buat motret ini susah setengah mati, karena tau sendiri blue hour itu cuma beberapa saat doang, sedangkan tempat ini rame nya ajubileh bin jalih. Pas motret ini cukup amazed sama noise Sony Nex 5N yang cenderung low di ISO tinggi (disini saya gunakan ISO 3200). Kalau pakai Canon 60D saya kayanya noise nya udah jelek banget deh di 3200. Hehe..

Land Of Sorrow - South Korea
Motret ini terinspirasi dari desktop wallpaper nya windows yang ada pohon 1 biji. Hehehe. Karena langit nya kurang bagus jadi disarankan buat dijadikan panoramic aja lalu diberi frame putih tebal.

Gyeongju, South Korea
Kalau foto diatas saya buat HDR. Tapi gak 100% full opacity layer HDR nya.. Gak gitu suka kalau full HDR. Hehe

Foto2 dan cerita lainnya menyusul di postingan selanjutnya… :)

Sawarna

Akhir Juni yang lalu saya berkunjung ke Sawarna selama 3 hari 2 malam bersama teman2 MotoYuk. Perjalanannya kurang lebih 7-8 jam naik mobil dari Jakarta (rute Puncak – Sukabumi – Pelabuhan Ratu – ambil arah kanan ke Sawarna), dengan menempuh jalanan yang berlubang, berbatu, menanjak, dan menukik tajam. Hahaha.. Tapi semua perjalanan yang berliku2 itu worthed! Seneng banget waktu ngeliat pantai2 nya. Masih benar2 alami… dan indah luar biasa. Untuk mencapai pantai nya itu pun tidak bisa ditempuh dengan mobil, melainkan harus naik ojek (biayanya 200rb) lengkap dengan perasaan dag dig dug luar biasa karena ojek nya harus menukik naik tajam di jalan2 berbatu, bahkan menyebrangi jembatan gantung “maut” penuh lubang disana-sini, dan lebar nya hanya pas untuk dilewati 1 motor. Paling ngeri sih pas berburu sunrise. Bayangkan harus naik motor dengan kondisi seperti itu, dan langit masih super gelap. Hehe.. saya bahkan sempat terjatuh dari motor di hari terakhir karena motor nya slip di jalanan yang licin. Tangan terkilir lumayan. Untung nya sudah dihari terakhir. Hehe.. Penginapan disana sudah cukup ok menurut saya. Kami nginap di pondok hula-hula. 1 pondok bisa diisi sekitar 6 orang dewasa. Makanan2 juga lumayan lah.. walau menu nya kebanyakan ikan (maklum pantai.. hehe). Berikut beberapa foto yang saya ambil di Sawarna.. Sayangnya cuaca tidak terlalu mendukung selama disana. Kebanyakan mendung dan bahkan sempat gerimis juga.

Ini spot favorit saya. Karena selain motret saya bisa duduk2 sambil menikmati biota bawah laut. Tenang banget rasanya :) Ada ikan2 kecil dan karang2 yang bagusnya luar biasa.. Ketika motret tripod nya saya letakkan ke dalam cerug, supaya bisa dapat super low angle.
Sawarna 7 more »

View From KL

Just a view from Kuala Lumpur, Malaysia.
Photographed by me, using my Canon 60D with 10-22 lens :)

Menara Petronas

Kuala Lumpur Building

View From KLCC

Derawan Trip n Review Panasonic LX5

Di bulan Maret yang lalu saya berkesempatan berlibur di Kalimantan Timur (Tarakan – Derawan – Maratua – Kakaban). Berhubung sebagian besar acaranya adalah main air (snorkeling), dan juga tidak pergi bersama para fotografer sehingga agak sulit juga adjust waktu untuk motret di golden hour nya, akhirnya saya memutuskan untuk tidak membawa kamera SLR. Saya pinjam kamera Panasonic Lumix LX5 untuk sekalian test drive, dan juga bawa gorilla pod :D

Disana tempatnya bagusss banget! Bener2 recommended buat para pencinta alam. Pantai nya masih natural dan bersih.. Lalu yang paling unik adalah kita bisa berenang bersama ubur2 tak beracun. Senang banget. Mengingat terakhir kali saya snorkeling disengat ubur2 beracun, kali ini malah bisa bersentuhan langsung dengan para jellyfish yang warna warni. Ada yang orange, biru, bening, dan semuanya bisa dipegang! Walau untuk bisa berenang bersama un-sting jellyfish yang di Maratua harus mendaki gunung lewati lembah dulu, alias harus menyebrangi hutan bakau dan bukit2 nya yang penuh rintangan termasuk ular beracun. Tapi semuanya worthed!! Bener2 masih alami. Kalau yang di Kakaban sudah dijadikan tempat wisata, jadi sudah ada akses yang mudah untuk kesana.

Berikut beberapa hasil jepret disana menggunakan kamera Panasonic Lumix LX 5:
Perkampungan di Derawan

Bridge, Derawan Bridge in BW, Derawan more »

Singapore Solo Trip – Changi

Melanjutkan cerita mengenai Singapore Solo Trip,
Singapore Solo Trip Day 1
Singapore Solo Trip Day 2
Singapore Solo Trip Day 3
Singapore Solo Trip Day 4

Berikut kisah terakhir petualangan, yaitu mengenai pahit manis nya Changi Airport dan Air Asia! Hehe…
Sebelum cerita, ini foto kupu-kupu di Butterfly Park – Changi Airport. Yang foto kedua saya edit & tambahkan flare di photoshop. Iseng aja sih. Karena hanya pakai lensa 18-200 yang aperture nya kurang memadai untuk bikin bacground blur :P

Butterfly on Pineapple

Butterfly With Flare more »

Singapore Solo Trip – Day 4

Last Day in Singapore…
Melanjutkan cerita hari pertama, hari kedua, dan hari ketiga, berikut foto dan cerita di hari keempat :D

Butterfly on Pineapple more »

Singapore Solo Trip – Day 3

Melanjutkan kisah sebelumnya mengenai Singapore Solo Trip – Day 1 dan Singapore Solo Trip – Day 2, Berikut kisah petualangan hari ketiga. Dan inilah foto favorit saya di hari ketiga yang dijepret dari pinggir Singapore River – Clarke Quay :D

Clarke Quay View more »

Singapore Solo Trip – Day 2

Melanjutkan postingan saya sebelumnya mengenai Singapore Solo Trip – Day 1 , Berikut kelanjutan ceritanya di hari kedua :D

Sebelum cerita, berikut foto favorite saya di hari kedua. Hehe.. Lokasinya di Marina Bay. Jepret dari atas jembatan.
IMG_8204 copy more »

Singapore Solo Trip – Day 1

Liburan lalu saya mencoba suatu hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya: solo traveling :D
Selama ini kalau traveling selalu bareng teman/keluarga, kali ini pengen coba seperti apa sih rasanya “get lost” sendirian di negri orang. Hehehe…

Bagi orang seperti saya yang biasanya sangat butuh teman, bahkan rasanya aja aneh banget kalau ke mall atau makan sendirian di Jakarta, dah gitu super buta arah dan hobi nyasar pula, pengalaman ini benar2 unik dan nekad sih. Hehe..

Terkesan dengan tagline nya National Geographic Adventure “lets get lost”, jadinya saya tidak membuat itinerary. Haha.. Just let’s see kemana kaki saya akan melangkah and have some fun adventures! :D

4 hari 3 malam get lost di Singapore sendirian benar2 pengalaman indah yang tak terlupakan.
Saya benar2 kagum dengan berbagai kecanggihan fasilitas dan teknologi yang ada di Singapore. Bahkan seorang yang super buta arah seperti saya saja bisa tidak terlalu banyak tersasar disana. Hehe.. Sistem transportasinya sungguh terstruktur dengan rapi, juga penamaan jalan serta peta nya. Four thumbs up!

Mau share cerita perjalanan saya di Singapore serta beberapa foto yang saya jepret disana. Well walau tidak terlalu banyak jepret sih karena keasyikan jalan sampai kaki rasanya hampir copot :D more »